Ini dia BBM Solar B30 yang Diresmikan Jokowi

  • Whatsapp
Ini dia BBM Solar B30 yang Diresmikan Jokowi

Beritakotak.com, Jakarta– Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) resmikan implementasi program bahan bakar B30, atau solar dengan kandungan minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) 30 %.

Jokowi mengatakan, program itu mempunyai potensi mengirit devisa seputar Rp 63 triliun hingga lebih jauh dapat mengakhiri permasalahan defisit neraca perdagangan serta transaksi berjalan (CAD).

“Kalkulasinya, bila kita berkelanjutan mengaplikasikan B30 ini, akan dihemat devisa kira-kira Rp 63 triliun (per tahun). Jumlahnya yang sangat besar,” kata presiden di info sah yang dikutip dari Kompascom, Selasa (24/12/2019).

Mengenai B30 sendiri, adalah pencampuran di antara bahan bakar diesel atau solar dengan FAME (Fatty Acid Methyl Ester), dengan formasi 70 % serta 30 %.

FAME ini didapat dari kelapa sawit. Kelapa sawit diproses jadi FAME (Fatty Acid Methyl Ester), yakni bahan bakar nabati.

Seperti dikutip situs sah Kementerian ESDM, solar punya cetane number (CN) 48, sedang minyak sawit CN 41. Dengan komopsisi di atas yang membuat B30, jadi CN-nya cuma sedikit lebih baik dibanding solar.

Butuh dikethaui, makin tinggi angka CN, jadi bahan bakar semakin lebih gampang terbakar.

Tetapi angka CN yang tambah tinggi pada B30 tidak langsung membuat perform mesin bertambah. Mengingat, nilai kalor yang dipunyai B30 sedikit lebih rendah dibanding solar serta karakter alami biosolar yang membuat gel.

“Sifat alamiah itu membuat filter solar alami penurunan waktu pakainya. Pendapat pabrikan perubahan dikerjakan pada setiap 30.000 km., tetapi sekarang entrepreneur bis rata-rata mengubah filter setiap 5.000 – 20.000 km.,” kata Ketua Biasa Ikatan Entrepreneur Otobus Muda Indonesia (IPOMI) Kurnia Lesani Adnan pada Kompas.com, baru saja ini.

Walau demikian, faksi Tubuh Riset serta Peningkatan (Balitbang) Kementerian ESDM menyebutkan pemakaian B30 pada kendaraan tidak jadi masalah. Ini merujuk hasil dari uji jalan bahan bakar yang diklaim lebih ramah lingkungan itu.

Sesudah implementasi B30 di tahun 2019, Jokowi memberi sasaran pada Menteri Koordinator Bagian Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri ESDM Arifin Tasrif, serta barisan direksi Pertamina untuk percepat implementasi B50 pada awal 2021.(kpc/adm5)

Pos terkait