Ada Ketentuan Internal, Nasib Gibran di Pemilihan kepala daerah Solo Bergantung Megawati

  • Whatsapp
Ada Ketentuan Internal, Nasib Gibran di Pemilihan kepala daerah Solo Bergantung Megawati

Beritakotak.com, Jakarta – Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengaku, memang benar ada ketentuan minimum tiga tahun buat kader untuk maju di pilkada (Pemilihan kepala daerah). Tetapi, ketentuan itu harus disaksikan dengan mendalam.

Hasto menerangkan, ketentuan itu untuk mempersiapkan calon kepala wilayah dari internal PDIP. Sesaat untuk mengangkat siapa yang maju harus lihat pemetaan politik.

Muat Lebih

“Jika ketentuan kekaderan itu sebab memang pekerjaan partai untuk mempersiapkan calon dari internal. Tapi ini ialah pemilunya rakyat. Hingga kita harus lihat apa sebagai kehendak rakyat dan partai lakukan pemetaan politik,” tutur Hasto di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Sabtu (21/12/2019).

Ia menyontohkan, Presiden Joko Widodo atau Jokowi serta Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini adalah contoh proses pemetaan politik. Sesaat, kepala wilayah hasil penjaringan internal, contohnya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Bali I Wayan Koster, serta Gubernur Sulut Olly Dondokambey.

Karena itu, kesempatan putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka di Penentuan Wali Kota (Pilwakot) Solo untuk maju masih terbuka lewat pemetaan politik.

“Dan juga jalan pemetaan politik untuk buka diri pada tokoh anak muda yang ingin berdedikasi buat negara dan bangsa lewat partai,” papar Hasto.

Hasto memperjelas, ketetapan siapa yang akan diusung partai berlambang banteng itu adalah hak prerogatif Ketua Biasa DPP PDIP Megawati Soekarnoputri. DPP PDIP akan menolong pemetaan serta analisis politik.

“Saat ibu ketua biasa memutuskan, jadi di situlah semua barisan partai siap amankan ketetapan itu,” kata Hasto.

Calon di Pemilihan kepala daerah Solo Masih Digodok

Hasto menyebutkan, DPP PDIP masih menggodok beberapa nama yang akan diusung di Pemilihan kepala daerah. Telah ada 44 yang ditetapkan serta dipublikasikan dalam Rapat kerja nasional bulan depan. Tapi, masalah Pemilihan kepala daerah Solo masih belumlah ada ketetapan.

PDIP buka ruangan untuk bekerja bersama dengan partai lain walau bisa mengangkat sendiri.

“Kami akan memutuskan pada momen pas. Ditambah lagi ini memastikan hari esok kota Surakarta jadi pusat kebudayaan Jawa. Hingga kami berhati-hati memutuskan serta pada saat yang pas kami akan mengambil itu,” katanya.

Pos terkait